Friday, December 14, 2012

Sekilas Profil KH. Jauhari Zawawi


Profil KH. Jauhari Zawawi 

TOKOH PANUTAN
PP. As-sunniyyah
Sekilas Profil KH. Jauhari Zawawi


Tahun 1942, tentara Dai Nippon memasuki nusantara merebut kekuasaan dari Belanda. Kehadiran mereka yang mengaku saudara tua mendapat respon positif dari tokoh-tokoh pergerakan nasional yang sedang semangat memperjuangkan kemerdekaan. Tak lama berselang, kejahatanNippon (Jepang) sebagai penjajah tampak kepermukaan. Orang-orang dewasa dipaksa sebagairomusha. Gadis-gadis dijadikan jugun ianfu (pemuas nafsu). Dan yang paling menyakitkan mereka mewajibkan saikere, sikap merunduk sebagai penghormatan kepada kaisar mereka yang dianggap sebagai titisan Dewa Matahari.

Di Kencong, tentara Nippon yang sering diplesetkan menjadi nippong (nipu wong), merampas paksa hasil tani rakyat atas nama zakat untuk biaya "jihad" perang melawan sekutu. Tentu saja hal ini mendapat reaksi keras dari ulama. Pengurus NU Kencong mengadakan pengajian umum di Masjid Jami' Kencong, mengingatkan masyarakat agar menentang dan menolak peraturan itu. Sebagai muballigh, ditunjuklah pemuda pendatang, pengelana dari Sedan, Rembang, KH. Jauhari Zawawi. Penjara Kenpetai Jepang di pojok depan masjid (sekarang SD Muhammadiyah Kencong), dan kaki tangan Jepang yang banyak berkeliaran, tidak menggetarkan hati beliau, bersuara lantang bahwa, zakat untuk Jepang, tidak sah.
KH. Jauhari Zawawi adalah cucu R. Yusuf Mangkudirjo, keturunan Sunan Kalijaga. Mbahputrinya, Ny. Saroh binti Muhsin adalah cucu Mbah Saman bin Sriman dari Klampis, Madura, mantan prajurit Goa Selarong, pasukan inti Pangeran Diponegoro yang kemudian memilih berjuang di bidang pendidikan dan merintis berdirinya Pondok Pesantren Sarang, Rembang Jawa Tengah. Sementara ibu beliau, Ny. Umamah bin K. Nur Khotib adalah keturunan ke-9 Sayid Abdurrahmah Ba Syaiban alias Mbah Sambu, Lasem.

Beliau lahir di Waru, Sidorejo, Sedan, Jumat Wage tahun 1911. Di halaman rumah beliau dilahirkan, sampai sekarang masih berdiri kokoh madrasah diniyah yang dirintis Abahnya, KH. Zawawi bersama Syaikh Hamzah Syatha, cucu Sayid Bakri Satha, pengarang "I'anah al-Thalibin".Ketika Alfiyah sudah dihafalkan pada usia 11 tahun, beliau mengatakan bahwa ini bukan hal yang luar biasa. Ketika mondok pada KH. Khaliq, Kasingan, beliau pernah di-ta'zir nguras peceren, karena tidak mampu menjawab pertanyaan kyainya. Ta'zir inilah yang mendorong beliau lebih tekun belajar disertai riadlah. Hingga pada suatu saat, beliau diberi futuh oleh Allah untuk memahami apapun yang ia pelajari, bahkan meski sedang tidur saat pengajian.

Pencarian KH. Jauhari terhadap ilmu tidak hanya cukup di desanya saja, beliau melanjutkanmondok kepada KH. Abd. Syakur, Suidang, abah KH. Abul Fadlol, Senori yang masih saudara nenek beliau, Ny. Saroh. Di sana, beliau nyambi ngaji nduduk pada KH. Ma'ruf, Jatirogo. Setelah itu beliau tinggal di Kajen, Pati mengaji kepada kyai-kyai dzurriyah Mbah Mutamakkin, seperti KH. Mahfudh (Abah KH. Sahal Mahfudh), KH. Nawawi dan lain sebagainya.

Kurang lebih dua tahun di Kajen, KH. Jauhari pindah ke Sarang, ngaji kepada KH. Umar, KH. Syu'aib, KH. Imam, dan KH. Zubair yang kelak menjadi besan beliau (mertua KH. A. Sadid Jauhari). Lalu tabarrukan di Termas di pesantren KH. Dimyati (adik Syaik Mahfudh At-Turmusi). Keris sangkolan abahnya terpaksa dijual untuk bekal mondok. Bagaimanapun ilmu itu warisan para Nabi yang lebih berharga dibanding warisan apapun. Barangkali ini yang ada dalam pikiran beliau, ketika pusaka pemberian abahnya.
Puas menjelajah pesantren-pesantren di Pantura, KH. Jauhari melanjutkan pencariannya ke Tebu Ireng Jombang, berguru kepada Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari. Meski hanya berbekal nasi kerak dan pakaian compang-camping, beliau mantapkan niat untuk mengaji.

Setelah beberapa lama di Tebu Ireng, beliau diajak KH. M. Yasin ke Probolinggo. Di sini beliau mendirikan madrasah, dibantu oleh K. Nawawi, Pajarakan, hingga berkembang pesat. Tetapi, setelah kurang lebih dua tahun berada di sana, KH. Jauhari memanggil adiknya KH. Atho'illah, meneruskan perjuangannya di Probolinggo, untuk melanjutkan pengelanaan ke Tanah Suci.
Di Mekah yang saat itu berkecamuk perang Wahabi, KH. Jauhari berguru kepada ulama-ulama Mekah, saat itu, seperti Syaikh Masduqi, Syeikh Hamdan, Syeikh Amin Kutby dan lain-lain. Di Mekah inilah beliau bertemu H. Ridwan dan isterinya, jamaah haji asal Kencong, yang kelak menjadi pilihan terakhir untuk menyebarkan ilmu dan berjuang.

Di Kencong sebagai tempat iqamah permanen, KH. Jauhari memulai nasyrul ilmi dengan membantu mengajar di Langgar Waqaf Ky. Sholihi, disamping membuka pengajian sendiri di ndalem. Inilah cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren As-Sunniyyah.

Tahun 1946, tentara gabungan Belanda dari Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Situbondo dan Bondowoso dengan persenjataan lengkap mengadakan serangan umum dari berbagai penjuru, menumpas para gerilyawan Kencong. Basis pertahanan tentara Hizbullah di Cakru di bumi hangus, memaksa rakyat dan para gerilyawan menyingkir ke daerah rawa-rawa, walau harus menempuh resiko serangan binatang buas. Akibat serangan ini, seluruh perlawanan rakyat lumpuh. KH. Jauhari yang termasuk target utama buronan Belanda harus berpindah-pindah tempat.

Satu tahun setelah NU didirikan, di Kencong sudah berjalan pengajian-pengajian NU yang dimotori oleh Ky. Zein. Setelah beberapa tahun NU Kencong berstatus ranting, melalui perjuangan dan perjalanan yang melelahkan, pada tanggal, 16 Rajab 1356 H./21 September 1937 M. Cabang NU Kencong berdiri, membawahi seluruh wilayah kawedanan Puger, melalui keputusan Hoofd Bertuur Nahdlatoel Oelama (HBNO) yang berkedudukan di Surabaya.

Dalam konperensi Cabang NU Kencong tahun 1950 yang diselenggarakan di Pesantren KH. Abdullah Yaqin, Mlokorejo, KH. Jauhari terpilih menjadi Rais Syuriah PCNU Kencong pertama kali setelah Indonesia Merdeka secara de facto dan de Jure, menggantikan KH. Abd. Kholiq. Inilah salah satu kiprah KH. Jauhari dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Loyalias KH. Jauhari terhadap NU beserta jajaran pengurus atasannya tidak diragukan sama sekali. Beliau aktif dalam kegiatan-kegitan NU. Namun, karakter beliau yang mutasyaddid (keras) menyatakan keluar dari NU, setelah Muktamar Nasional NU di PP. Salafiyah Syafi'iyyah Situbondo, yang kala itu diasuh KH. As'ad Syamsul Arifin, menetapkan Pancasila sebagai asas NU. Argumentasi KH. Ahmad Shidiq yang ahli diplomasi, tidak mampu meluluhkan hati beliau.

Rabu Kliwon, 11 Shafar 1415 H yang bertepatan dengan 20 Juli 1994, jam 05.10 Istiwa' menjelang maghrib, KH. Jauhari Zawawi menghadap Sang Kekasih yang beliau rindukan. Keesokan harinya ribuan pelayat menyaksikan kepergian beliau menuju taman-taman surga. Al-Maghfurlah meninggalkan empat orang putra dan seorang isteri serta Pondok Pesantren Assunniyyah, di tengah putaran arus zaman yang semakin jauh dari nilai-nilai Islam. Allahumma la taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu. Amin.

Disarikan dari buku "KH. Jauhari Zawawi, Pengelana, Pejuang, Da'i Yang Mukhlis dan Konsis.

KATA-KATA HIKMAH


Dedi Gunawan shared "KATA-KATA HIKMAH"'s photo.
Hanya kepada Allah-lah SUJUD (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan SUJUD pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (Q.S. Ar Ra’d :15)

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera BERSUJUD seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan la
gi pula mereka tidaklah sombong. (Q.S As Sajdah : 15)

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang SUJUD yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. (Q.S. At Taubah : 112)
Sungguh, tidaklah kamu BERSUJUD kepada Allah sekali SUJUD kecuali dengannya Allah menaikkanmu satu derajat, dan menghapus darimu satu kesalahan.." (HR. Muslim)

--------------------------------------------------------------------
► Penumbuh Rambut Super 100%Minyak Kemiri , mencegah kerontokan dan menjaga kesuburan rambut.. yang berminat silakan klik di

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=492707240743049&set=a.492706864076420.127158.352998114713963&type=3&theater

-----------------------------------------------------------------------
Infaq iklan ini akan diberikan kepada anak yatim dan dlu'afa sebagai kepedulian kita kepada mereka
Hanya kepada Allah-lah SUJUD (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan SUJUD pula) bayang-bayangnya di wa
ktu pagi dan petang hari. (Q.S. Ar Ra’d :15)

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera BERSUJUD seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan la
gi pula mereka tidaklah sombong. (Q.S As Sajdah : 15)

Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji, yang melawat, yang ruku', yang SUJUD yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu. (Q.S. At Taubah : 112)
Sungguh, tidaklah kamu BERSUJUD kepada Allah sekali SUJUD kecuali dengannya Allah menaikkanmu satu derajat, dan menghapus darimu satu kesalahan.." (HR. Muslim)

--------------------------------------------------------------------
► Penumbuh Rambut Super 100%Minyak Kemiri , mencegah kerontokan dan menjaga kesuburan rambut.. yang berminat silakan klik di

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=492707240743049&set=a.492706864076420.127158.352998114713963&type=3&theater

-----------------------------------------------------------------------
Infaq iklan ini akan diberikan kepada anak yatim dan dlu'afa sebagai kepedulian kita kepada mereka

Thursday, December 13, 2012

KH. Abdullah Salam Kajen

MBAH DULLAH
oleh Simbah Kakung (Gus Mus)pada 28 Juli 2011 

Berkenaan dengan haul Simbah KH. Abdullah Salam Kajen, rahimahuLlah, aku turunkan kembali tulisanku saat itu. Saat kudengar kepulangan orang hebat ini ke hadirat Ilahi 25 Sya'ban 1422. Mudah-mudahan ada manfaatnya.

Di Surabaya, dalam perjalanan pulang dari Jember, saya mendapat telpon dari anak saya bahwa Mbah Dullah, KH. Abdullah Salam Kajen, telah pulang ke rahamtuLlah. Innaa liLlahi wainnaa ilaiHi raaji’uun! Dikabarkan juga, berdasarkan wasiat almarhum walmaghfurlah, jenazah beliau akan langsung dikebumikan sore hari itu juga.

SubhanaLlah! Selalu saja setiap kali ada tokoh langka yang dicintai banyak orang meninggal, saya merasa seperti anak-anak yang terpukul, lalu hati kecil bicara yang tidak-tidak. Seperti kemarin itu ketika mendengar Mbah Dullah wafat, secara spontan hati kecil saya ‘gerundel’: “Mengapa bukan koruptor dan tokoh-tokoh jahat yang sibuk pamer gagah tanpa mempedulikan kepentingan orang banyak itu yang dicabut nyawanya? Mengapa justru orang baik yang dicintai masyarakat seperti mbah Dullah yang dipanggil?” Astaghfirullah!

Sepanjang perjalanan itu pun saya terus diam dengan pikiran mengembara. Kenangan demi kenangan tentang pribadi mulia mbah Dullah, kembali melela bagai gambar hidup.

Berperawakan gagah. Hidung mancung. Mata menyorot tajam. Kumis dan jenggotnya yang putih perak, menambah wibawanya. Hampir selalu tampil dengan pakaian putih-putih bersih, menyempurnakan kebersihan raut mukanya yang sedap dipandang.

Melihat penampilan dan rumahnya yang tidak lebih baik dari gotakan tempat tinggal santri-santrinya, mungkin orang akan menganggapnya miskin; atau minimal tidak kaya. Tapi tengoklah; setiap minggu sekali pengajiannya diikuti oleh ribuan orang dari berbagai penjuru dan … semuanya disuguh makan.

Selain pengajian-pengajian itu, setiap hari beliau menerima tamu dari berbagai kalangan yang rata-rata membawa masalah untuk dimintakan pemecahannya. Mulai dari persoalan keluarga, ekonomi, hingga yang berkaitan dengan politik. Bahkan pedagang akik dan minyak pun beliau terima dan beliau ‘beri berkah’ dengan membeli dagangan mereka.

Ketika beliau masih menjadi pengurus (Syuriah) NU, aktifnya melebihi yang muda-muda. Seingat saya, beliau tidak pernah absen menghadiri musyawarah semacam Bahtsul masaail, pembahasan masalah-masalah yang berkaitan dengan agama, yang diselenggarakan wilayah maupun cabang. Pada saat pembukaan muktamar ke 28 di Situbondo, panitia meminta beliau –atas usul kiai Syahid Kemadu—untuk membuka Muktamar dengan memimpin membaca Fatihah 41 kali. Dan beliau jalan kaki dari tempat parkir yang begitu jauh ke tempat sidang, semata-mata agar tidak menyusahkan panitia.

Semasa kondisi tubuh beliau masih kuat, beliau juga melayani undangan dari berbagai daerah untuk memimpin khataman Quran, menikahkan orang, memimpin doa, dsb.

Ketika kondisi beliau sudah tidak begitu kuat, orang-orang pun menyelenggarakan acaranya di rumah beliau. Saya pernah kebetulan sowan, agak kaget di rumah beliau ternyata banyak sekali orang. Belakangan saya ketahui bahwa Mbah Dullah sedang punya gawe. Menikahkan tiga pasang calon pengantin dari berbagai daerah.

Mbah Dullah, begitu orang memanggil kiai sepuh haamilul Qur’an ini, meskipun sangat disegani dan dihormati termasuk oleh kalangan ulama sendiri, beliau termasuk kiai yang menyukai musyawarah. Beliau bersedia mendengarkan bahkan tak segan-segan meminta pendapat orang, termasuk dari kalangan yang lebih muda. Beliau rela meminjamkan telinganya hingga untuk sekedar menampung pembicaraan-pembicaraan sepele orang awam. Ini adalah bagian dari sifat tawaduk dan kedermawanan beliau yang sudah diketahui banyak orang.

Tawaduk atau rendah hati dan kedermawanan adalah sikap yang hanya bisa dijalani oleh mereka yang kuat lahir batin, seperti Mbah Dullah. Mereka yang mempunyai (sedikit) kelebihan, jarang yang mampu melakukannya. Mempunyai sedikit kelebihan, apakah itu berupa kekuatan, kekuasaan, kekayaan, atau ilmu pengetahuan, biasanya membuat orang cenderung arogan atau minimal tak mau direndahkan.

Rendah hati berbeda dengan rendah diri. Berbeda dengan rendah hati yang muncul dari pribadi yang kuat, rendah diri muncul dari kelemahan. Mbah Dullah adalah pribadi yang kuat dan gagah luar dalam. Kekuatan beliau ditopang oleh kekayaan lahir dan terutama batin. Itu sebabnya, disamping dermawan dan suka memberi, Mbah Dullah termasuk salah satu –kalau tidak malah satu-satunya – kiai yang tidak mudah menerima bantuan atau pemberian orang, apalagi sampai meminta. Pantangan. Seolah-olah beliau memang tidak membutuhkan apa-apa dari orang lain. Bukankah ini yang namanya kaya? 

Ya, mbah Dullah adalah tokoh yang mulai langka di zaman ini. Tokoh yang hidupnya seolah-olah diwakafkan untuk masyarakat. Bukan saja karena beliau punya pesantren dan madrasah yang sangat berkualitas; lebih dari itu sepanjang hidupnya, mbah Dullah tidak berhenti melayani umat secara langsung maupun melalui organisasi (Nahdlatul Ulama).

Mungkin banyak orang yang melayani umat, melalui organanisi atau langsung; tetapi yang dalam hal itu, tidak mengharap dan tidak mendapat imbalan sebagaimana mbah Dullah, saya rasa sangat langka saat ini. Melayani bagi mbah Dullah adalah bagian dari memberi. Dan memberi seolah merupakan kewajiban bagi beliau, sebagaimana meminta –bahkan sekedar menerima imbalan jasa-- merupakan salah satu pantangan utama beliau. 

Beliau tidak hanya memberikan waktunya untuk santri-santrinya, tapi juga untuk orang-orang awam. Beliau mempunyai pengajian umum rutin untuk kaum pria dan untuk kaum perempuan yang beliau sebut dengan tawadluk sebagai ‘belajar bersana’. Mereka yang mengaji tidak hanya beliau beri ilmu dan hikmah, tapi juga makan setelah mengaji.

Pernah ada seorang kaya yang ikut mengaji, berbisik-bisik: “Orang sekian banyaknya yang mengaji kok dikasi makan semua, kan kasihan kiai.” Dan orang ini pun sehabis mengaji menyalami mbah Dullah dengan salam tempel, bersalaman dengan menyelipkan uang. Spontan mbah Dullah minta untuk diumumkan, agar jamaah yang mengaji tidak usah bersalaman dengan beliau sehabis mengaji. “Cukup bersalaman dalam hati saja!” kata beliau. Konon orang kaya itu kemudian diajak beliau ke rumahnya yang sederhana dan diperlihatkan tumpukan karung beras yang nyaris menyentuh atap rumah, “Lihatlah, saya ini kaya!” kata beliau kepada tamunya itu. 

Memang hanya hamba yang fakir ilaLlah-lah, seperti mbah Dullah, yang sebenar-benar kaya.

Kisah lain; pernah suatu hari datang menghadap beliau, seseorang dari luar daerah dengan membawa segepok uang ratusan ribu. Uang itu disodorkan kepada mbah Dullah sambil berkata: “Terimalah ini, mbah, sedekah kami ala kadarnya.”

“Di tempat Sampeyan apa sudah tak ada lagi orang faqir?” tanya mbah Dullah tanpa sedikit pun melihat tumpukan uang yang disodorkan tamunya, “kok Sampeyan repot-repot membawa sedekah kemari?”

“Orang-orang faqir di tempat saya sudah kebagian semua, mbah; semua sudah saya beri.”

“Apa Sampeyan menganggap saya ini orang faqir?” tanya mbah Dullah.

“Ya enggak, mbah …” jawab si tamu terbata-bata. Belum lagi selesai bicaranya, mbah Dullah sudah menukas dengan suara penuh wibawa: “Kalau begitu, Sampeyan bawa kembali uang Sampeyan. Berikan kepada orang faqir yang memerlukannya!”

Kisah yang beredar tentang ‘sikap kaya’ mbah Dullah semacam itu sangat banyak dan masyhur di kalangan masyarakat daerahnya.

Mbah Dullah ‘memiliki’, di samping pesantren, madrasah yang didirikan bersama rekan-rekannya para kiai setempat. Madrasah ini sangat terkenal dan berpengaruh; termasuk –kalau tidak satu-satunya— madrasah yang benar-benar mandiri dengan pengertian yang sesungguhnya dalam segala hal.

32 tahun pemerintah orde baru tak mampu menyentuhkan bantuan apa pun ke madrasah ini. Orientasi keilmuan madrasah ini pun tak tergoyahkan hingga kini. Mereka yang akan sekolah dengan niat mencari ijazah atau kepentingan-kepentingan di luar ‘menghilangkan kebodohan’, jangan coba-coba memasuki madrasah ini.

Ini bukan berarti madrasahnya itu tidak menerima pembaruan dan melawan perkembangan zaman. Sama sekali. Seperti umumnya ulama pesantren, beliau berpegang kepada ‘Al-Muhaafadhatu ‘alal qadiemis shaalih wal akhdzu bil jadiedil ashlah’, Memelihara yang lama yang relevan dan mengambil yang baru yang lebih relevan. Hal ini bisa dilihat dari kurikulum, sylabus, dan matapelajaran-matapelajaran yang diajarkan yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Singkat kata, sebagai madrasah tempat belajar, madrasah mbah Dullah mungkin sama saja dengan yang lain. Yang membedakan ialah karakternya.

Agaknya mbah Dullah –rahimahuLlah — melalui teladan dan sentuhannya kepada pesantren dan madrasahnya, ingin mencetak manusia-manusia yang kuat ‘dari dalam’; yang gagah ‘dari dalam’; yang kaya ‘dari dalam’; sebagaimana beliau sendiri. Manusia yang berani berdiri sendiri sebagai khalifah dan hanya tunduk menyerah sebagai hamba kepada Allah SWT.

Bila benar; inilah perjuang yang luar biasa berat. Betapa tidak? Kecenderungan manusia di akhir zaman ini justru kebalikan dari yang mungkin menjadi obsesi mbah Dullah. Manusia masa kini justru seperti cenderung ingin menjadi orang kuat ‘dari luar’; gagah ‘dari luar’; kaya ‘dari luar’, meski terus miskin di dalam.

Orang menganggap dirinya kuat bila memiliki sarana-sarana dan orang-orang di luar dirinya yang memperkuat; meski bila dilucuti dari semua itu menjadi lebih lemah dari makhluk yang paling lemah. Orang menganggap dirinya gagah bila mengenakan baju gagah; meski bila ditelanjangi tak lebih dari kucing kurap. Orang menganggap dirinya kaya karena merasa memiliki harta berlimpah; meski setiap saat terus merasa kekurangan.

Waba’du; sayang sekali jarang orang yang dapat menangkap kelebihan mbah Dullah yang langka itu. Bahkan yang banyak justru mereka yang menganggap dan memujanya sebagai wali yang memiliki keistimewaan khariqul ‘aadah. Dapat melihat hal-hal yang ghaib; dapat bicara dengan orang-orang yang sudah meninggal; dapat menyembuhkan segala penyakit; dsb. dst. Lalu karenanya, memperlakukan orang mulia itu sekedar semacam dukun saja. Masya Allah!

Ke-’wali’-an Mbah Dullah –waLlahu a’lam-- justru karena sepanjang hidupnya, beliau berusaha --dan membuktikan sejauh mungkin-- melaksanakan ajaran dan keteladanan pemimpin agungnya, Muhammad SAW, terutama dalam sikap, perilaku, dan kegiatan-kegiatan beliau; baik yang berhubungan dengan Allah maupun dengan sesama hambaNya.

Begitulah; Mbah Dullah yang selalu memberikan keteduhan itu telah meninggalkan kita di dunia yang semakin panas ini. Beliau sengaja berwasiat untuk segera dimakamkan apabila meninggal. Agaknya beliau, seperti saat hidup, tidak ingin menyusahkan atau merepotkan orang. Atau, siapa tahu, kerinduannya sudah tak tertahankan untuk menghadap Khaliqnya.

Dan Ahad, 25 Sya’ban 1422 / 11 November 2001 sore, ketika Mbah Dullah dipanggil ke rahmatuLlah, wasiat beliau pun dilaksanakan. Beliau dikebumikan sore itu juga di dekat surau sederhananya di Polgarut Kajen Pati.

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai, masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-sejatiKu, dan masuklah ke dalam sorgaKu!”

Selamat jalan, Mbah Dullah! AnnasakumuLlah ilaa yaumi yub’atsuun! 

sumber:http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150267279183334

Friday, September 21, 2012

Wednesday, August 15, 2012

Tentang Kebesaran Allah


Suatu saat ketika saya silaturrahim ke tempat kakak ( anaknya Om ), Terbukalah sebuah perbincangan Perihal Kebesaran Allah, yang isinya antara lain:
Beliau bercerita : suatu saat dia kedatangan tamu ( sebut saja namanya fulan)
Dalam dialog tersebut fulan pun bertanya, “katanya ALLAH itu besar bisa saudara gambarkan kebesarannya yang bagai mana?”
Kakak , “ Kebesarannya memang tidak akan bisa digambarkan oleh manusia, namu saya akan coba jawab sebisa saya”
Anda pernah lihat ALLAH, lanjut kakak.
Dengan polosnya fulan menjawab “ belum”
Oke, anda lihat tulisan di dinding itu, kakak sambil menujukkan dinding dimana terdapat tulisan Allah terpajang, dan anda lihat ada nama2 hari di kalender yg tergantung itu, lanjut kakak.
Fulan, “ iya, trus apa hubungannya dengan kebesaran Allah”
Kakak, “ begini, semoga saja penjelasan saya ini bisa anda logika. Itu yang di dinding memang hanya tulisan tidak bisa menunjukkan kebesaran Allah, begitu juga nama2 hari yang di kalender itu. Namun kalau saya boleh ibaratkan sebagai contoh, nama2 hari seperti senin, selasa dst. Tidak akan terlihat besar nama2 hari itu. Namun bukankah kalau saat sekarang ini, di sini hari senin, di daerah bali, jawa dan sumatera juga hari senin.
Fulan, “iya, Trus?” dengan hikmat fulan mendengarkan.
Kakak, “ nah, terkadang sesuatu yang besar memang tidak harus bisa dilihat dengan kasat mata bukti kebesarannya, seperti besarnya bumi atau luas dan lebarnya langit. Buktinya, realiatas nama2 hari tidak terlihat besar, namun dimana2 ada hari senin, bahkan hari senin bisa lebih besar daripada bumi dan lebih luas daripada langit, karna dibumi hari senin dilangitpun hari senin.
Fulan, “ ohh, masih mendengarkan dengan hikmat”.
Kakak, “ Begitu pula sedikit gambaran saya tentang kebesaran Allah. Allah itu ada dimana-mana, bukan dalam artian tulisannya yang di dinding itu, namun Dzatnya. Disini ada Allah, dibumi, di langit dan diseluruh Jagat raya ini ada Allah. Kita tidak akan bisa melihat dengan kasat mata kebesarannya, namun kita bisa logikakan seperti contoh nama2 hari tersebut dan kita bisa merasakan dengan perasaan bathin kita.
Fulan, “ Terima Kasih anda sudah mau menjelaskan pada saya.”
Kakak, “ semoga anda bisa terima logika saya ini, syukur anda bisa merasakannya”.

Demikian Sekelumit Cerita dari Saya. 
Terima Kasih Kakak, Zaenal Arifin bin Muslam bin Usman. Sayang sekali Njenengan sudah pergi meninggalkan kami dulu untuk menghadap Allah. Semoga Diterima Semua Amal2 Njenengan dan diampuni semua dosa-dosa njengan.
Sekali lagi Terima Kasih Kakak, Insya Allah kau sang pejuang sejati.

Semoga Bermanfa'at

Thursday, October 6, 2011

khasiat daun sirih merah

Sirih merah atau bahasa Latinnya Piper crocatum, kini hadir tidak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga tanaman herbal sirih merah tradisional penderita kencing manis (diabetes mellitus - DM).

Masyarakat Sleman, Yogyakarta khususnya, telah memanfaatkan khasiat herbal sirih merah ini turun temurun. Secara empiris, selain kencing manis, herbal sirih merah sering dimanfaatkan sebagai obat alternatif ambeien, peradangan, kanker, asam urat, hipertensi (darah tingi), hepatitis, kelelahan dan maag.

Senyawa fitokimia yang terkandung dalam teh sirih merah yakni alkoloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Menurut Ivorra, M.D dalam buku “A Review of Natural Product and Plants as Potensial Antidiabetic,” senyawa aktif alkaloid teh sirih dan flavonoid teh merah memiliki aktivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah. Hara (1993) menyatakan senyawa tannin herbal sirih dan saponin dapat dipakai sebagai antimikroba (bakteri dan virus).

Ciri khas tanaman tropis ini yang bisa dijadikan teh sirih, berbatang bulat hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya sebagai produksi teh merah bertangkai membentuk jantung hati dan bagian atasnya meruncing. Permukaan daun sirih merah mengkilap dan tidak merata. Seperti sirih hijau, tanaman teh sirih merah juga tumbuh merambat di pagar atau pohon. Daunnya berasa pahit getar, namun beraroma lebih wangi dibanding sirih hijau. Bila disobek, daun sirih merah akan berlendir.Tanaman sirih merah menyukai tempat teduh, berhawa sejuk dan sinar matahari 60-75 persen. Tanaman sirih merah tumbuh subur dan bagus di daerah pegunungan. Bila tumbuh pada daerah panas, sinar matahari langsung, batangnya cepat mengering. Selain itu, warna merah daunnya akan pudar. Padahal kemungkinan khasiatnya terletak pada senyawa kimia yang terkandung dalam warna merah daunnya.

Aman dikonsumsi
Peneliti muda dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mega Safithri dan Farah Fahma telah meneliti toksisitas ekstrak air daun merah dan kemampuannya dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus. Pembuatan ekstrak daun sirih merah sangatlah mudah. Sebanyak 200 gram daun sirih merah direbus bersama 1 liter air sampai volumenya tinggal 100 mililiter. Perbandingan berat daun sirih merah dengan volume ekstrak rebusan yang diminum adalah 200 gram : 100 mililiter atau 2 : 1.

http://rumahdiabetes.com/

Saturday, June 25, 2011

Cara Setting Ip Address di Windows dan Tes Koneksi

Setting IP address di Windows XP

Setting IP address di windows XP sangat mudah untuk dilakukan, karena windows sudah menyediakan fasilitas GUI (Graphical User Interface) untuk mengubah alamat IP. Berikut ini langkah langkahnya.

  1. buka control panel
  2. pilih network and internet connections
  3. pilih network connections
  4. lalu pilih local area connection (LAN)
  5. maka akan muncul tampilan berikut ini


Untuk melihat alamat
IP komputer klik tab “support”

Untuk mengubah alamat IP klik tombol “properties”, maka akan muncul tampilan seperti ini

centang bagian “show icon notification area when connected” tujuannya supaya muncul icon di sebelah pojok kanan taskbar windows pada waktu komputer anda terkoneksi ke jaringan. Icon ini mempermudah dalam mengakses network properties. Seperti ini tampilan icon tersebut.

Untuk mengubah alamat IP pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) kemudian klik tombol properties maka akan muncul tampilan berikut.

Opsi “Obtain IP address automatically” dipakai jika dalam jaringan anda terdapat DHCP server. Apa itu DHCP server ? DHCP adalah metode pemberian alamat IP secara otomatis. Untuk mensetting IP secara manual pilih opsi “use the following IP address” , disini anda bisa mengisikan IP Address, subnet mask, serta default gateway yang ingin dipakai. Sebagai contoh jika anda ingin menghubungkan 2 buah komputer (peer to peer) maka anda bisa menggunakan konfigurasi sebagai berikut :

komputer 1

IP address : 192.168.0.1

subnet mask : 255.255.255.0

komputer 2

IP address : 192.168.0.2

subnet mask : 255.255.255.0

Untuk isian “default gateway” sebaiknya anda kosongkan saja.

Nah, sekarang untuk mengecek apakah komputer anda sudah terhubung dengan benar ke jaringan lakukan perintah PING. Perintah PING digunakan untuk mengecek keberadaan suatu host di jaringan apakah hidup atau mati. Untuk melakukan perintah PING, pertama buka command prompt lalu ketikan PING .

Misalkan IP komputer anda adalah 192.168.0.1 dan anda ingin mengecek keberadaan host dengan IP 192.168.0.2 maka anda ketikan PING 192.168.0.2 . Jika ada “reply” atau balasan dari 192.168.0.2 berarti sudah anda terhubung dengan benar, tetapi bila yang muncul “request time out” atau “destination unreachable” berarti koneksi belum benar.

Cara Setting Ip Address di Windows 7

  1. Klik di tombol Start Menu, lalu ketikkan view network connections atau ketikkan Tcp saja.
  2. Kemudian pilih dan klik di menu View Network Connections
  3. Kemudian pilih tipe koneksi yang sedang kalian gunakan, klik kanan dan pilih menu properties.
  4. Pilih diantara Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) atau Internet Protocol Version 6 (TCP/IPv6), lalu klik tombol Properties.

  1. Untuk ganti alamat IP IPv4, lakukan langkah berikut:
  • Untuk memperoleh pengaturan IP secara otomatis, klik Obtain an IP address automatically, Dan kemudian klik Oke.
  • Untuk menetapkan alamat IP secara manual, klik Use the following IP address, Dan kemudian, di kotak isian IP address, Subnet mask, dan Default gateway, ketikkan pengaturan yang kalian inginkan
  1. Untuk settingan DNS server address lakukan langkah berikut:
  • Untuk memperoleh DNS server address secara otomatis, klik Obtain DNS server address automatically, Dan kemudian klik Oke.
  • Untuk menentukan DNS server address secara manual, klik Use the following DNS server addresses, Dan kemudian, di kotak isian Preferred DNS server dan Alternate DNS server , ketik alamat server DNS primer dan sekunder.

Konfigurasi IP Address dan Informasi Jaringan Lainnya di Windows Vista


Dalam artikel sederhana saya akan men

unjukkan kepada Anda

tentang konfigurasi alamat IP

dan informasi jaringan lai

nnya pada Windows Vista. Metode ini hampir sama dengan Windows

XP, tetapi jalan untuk

mengakses halaman pengat

uran berbeda.

Berikut adalah instruksi rinci tentang konfigurasi alama

t IP dan informasi jaringan lainnya di Window Vista:

1) Go to Start dan klik kanan pada Network dan kemudian klik Properties.

2) Jaringan dan Berbagi Pusat jendela akan muncul, kem

udi

an klik Manage

network connections.

3) Network Net

work Connections window akan muncul. Di si

ni Anda bisa klik kanan pada network card

Network Connections window akan mu

ncul. Di sini Anda bisa klik kanan pada Properties.

4) Dalam Area Connection Properties window

Lokal, centang pada Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik Properties.

Catatan: Jika kom

puter Anda duduk di jaringan IPv6, Anda dapat pilih Internet Protocol Version 6

(TCP/IPv6) untuk mengkonfigurasi alamat IPv6. Di sini saya hanya m

enunjukkan kon

figurasi IPv4.

Manual Menetapkan IP Address

Anda dapat sekarang kunci dalam alamat IP, subnet mask, gateway default dan server DNS.

Catatan: alamat IP komputer Anda harus unik. Tak satu pun dari 2 komputer dalam jaringan dapat berbagi alamat IP yang sama, hal itu menyebabkan konflik alamat IP.

Catatan: Default gateway adalah sebuah router yang bisa rute lalu lintas ke jaringan lain atau internet. server DNS adalah sebuah aplikasi server yang dapat menerjemahkan URL ke alamat IP. Sebagai contoh, www.cert.org adalah URL dan dapat diterjemahkan ke 192.88.209.6 oleh server DNS. Periksa dengan ISP Anda pada apa server DNS harus Anda gunakan. Jika tidak, Anda dapat mencoba ini gratis OpenDns .

IP Assigned by DHCP server

Jika Anda memiliki setup DHCP server di router Anda atau Anda memiliki server DHCP, komputer Anda dapat diberi alamat IP secara otomatis dengan memilih Mendapatkan alamat IP secara otomatis dan Mendapatkan Alamat DNS server secara otomatis.

Catatan: Jika Anda memiliki notebook, menggunakan IP statis di rumah dan IP diberikan oleh server DHCP di kantor, Anda dapat menggunakan konfigurasi alternatif untuk mengatur IP dan informasi jaringan untuk 2 jaringan yang berbeda.

Mendapatkan Tetapkan alamat IP secara otomatis pada tab General yang sama seperti apa yang saya ditentukan di atas, sehingga notebook akan diberi alamat IP secara otomatis di kantor. Setelah itu, klik tab Konfigurasi alternatif, dikonfigurasi pilih opsi Pengguna dan kunci dalam IP statis informasi jaringan rumah Anda. Dengan pengaturan ini, ketika tidak ada informasi IP yang diberikan karena tidak ada server DHCP di rumah, ini konfigurasi alternatif akan diterapkan secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengkonfigurasi IP secara manual setiap kali di rumah.

· Contoh Cara Test Ping

Ø ping (ip address)

· Contoh Test Ping terus menerus atau continue

Ø ping (ip address) -t

Note: untuk menghentikan tekan Ctrl+C

· Contoh Test Ping dibatasi jumlah replaynya

Ø ping (ip address) –n (nominal)

· Contoh test Ping dengan mengubah beban/bytes

Ø ping (ip address) –l (nominal)

· Contoh test ping penggabungan atara penambahan beban dan dibatasi jumlah reply

Ø ping (ip address) –n (nominal ) –l (nominal)

ü untuk melihat ip address via command promt (cmd ), ketik ipconfig lalu tekan enter.

ü jika koneksi belum stabil biasanya table cmd akan keluar, kadang reply from dan kadang request time out.

ü jika belum terkoneksi biasanya di table cmd keluar ( request time out ).

ü Kadang ketika melakukan test koneksi, diperlukan untuk traceroute jalur, berikut contoh ketika melakukan traceroute

ü Jangan lupa matikan firewall jika mau test koneksi PC-PC / Point-to-Point

Masih banyak parameter yg bisa dilakukan masalah networking, mungkin cukup di sini dulu saya menulis, Lain kali saya akan lanjutkan, dan akan lebih baik jika ada feedback dari temen2 supaya lebih banyak wacana yg bisa kita gali, trik terbaik selama perjalanan saya belajar networking adalah belajar dengan sesuatu yg kita lihat dan di pastikan keilmuannya melalui banyak bacaan ( tentunya saat ini fasilitas pencarian yg sangat mendukung dalam prosess belajar lebih banyak di dominasi melalui mesin search engine, tidak lain adalah googling ( www.google.com ).

Mohon Maaf Jika Metode penulisan masih kurang rapi baik dari segi bahasa maupun dari segi penulisan, barangkali ada temen2 yg berkenan merapikan supaya lebih enak dibaca dan di mengerti.

Dan terakhir, semoga tulisan ini bermanfaat buat kita semua.

Tiada Kebahagiaan yg paling saya idam-idamkan, selain saya bisa bermafa’at bagi sekitar saya.

VIDEO INSPIRASI